Langsung ke konten utama

Postingan

Day 1: Hello, world :)

Akhirnya, setelah sekian tahun malang-melintang di dunia blog , saya punya keberanian juga untuk memperkenalkan diri. Haha. Well, readers, setelah nama asli saya menjadi rahasia selama sekian tahun belakangan (demikian pula nama tokoh-tokoh yang saya tuliskan dalam blog ini), you'll know who I am . Inget, nggak ada siaran ulang buat perkenalan semacam ini :D Get ready, set, go! Foto diambil di Kampung Adrin, Ciwidey, Bandung, Indonesia. My name is Cindy . I'm junior in one of technological institute in Indonesia . Salam kenal, semuaa ^o^ I'm using n.a.i.k.a_ as my nickname here . Dari awal bikin blog, udah banyaaak banget orang yang nanya kenapa nickname yang saya pakai adalah itu. Jadi, biar nggak penasaran, saya kasih tau aja ya sekarang. Jadi, nickname tersebut merupakan salah satu kata dalam bahasa Jepang: 内科 ( romaji: naika, noun, no adjective ) yang artinya: 1. internal medicine, i.e. treatment by medical procedures rather than surgical...

Menangislah, Bila Harus Menangis :')

Hari ini, salah seorang temanku (sebut saja Dian) menyanyikan lagu ini, dan (lagi-lagi, seperti post-ku terdahulu) aku tertarik dengan liriknya. Walhasil, dengan bantuan mbah google, I got the lyrics. And, here it is. Air mata telah jatuh membasahi bumi   Takkan sanggup menghapus gelisah Penyesalan yang kini ada Jadi tak berarti Karena waktu yang bengis terus pergi   Menangislah bila harus menangis Karena kita semua manusia   Manusia bisa terluka, manusia pasti menangis   Dan manusia pun bisa mengambil hikmah   Di balik segala duka tersimpan hikmah   Yang bisa kita petik pelajaran Di balik segala suka tersimpan hikmah   Yang kan mungkin bisa jadi cobaan Dan liriknya 'dalam' :') Ada kalanya aku menjadi orang yang kuat, dalam arti aku bisa memendam semua rasa sedih dan kesal yang kurasa (kadang, aku juga bisa menyalurkan emosiku ini dalam bentuk positif, misalkan menulis puisi. Hehe). Namun, ada kalanya aku menjadi orang y...

Tahun Ketiga Tanpa SDC.

Hmm. Nggak kerasa, udah 3 kali ternyata aku nggak nonton SDC. Dan lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku cuma bisa liat foto-fotonya dari kosan sambil membatin, "kapan ya, aku bisa ke sana dan nonton ini lagi?". Sungguh, bukan masalah jarak yang membuatku tak datang. Selalu saja ada alasan lain. Seperti hari ini, aku nggak bisa datang ke sana karena kondisi kesehatanku belum terlalu kuat untuk diajak pergi ke sana (dengan estimasi waktu 7-9 jam). Ditambah hari Jum'at aku baru selesai ujian jam 5 sore, dan Senin ada kuliah jam 7 pagi. Rasanya sulit untuk memaksakan diri pulang. Padahal, ini SDC pertama adikku. Ya, adikku ternyata 'tak terpengaruh' oleh segala unek-unekku tentang SMAku (sekarang sih, SMA kami). Dia tetap ingin bersekolah di sana. Dan aku tidak menonton perform -nya. Ah, aku tak terbayang kamu menari-nari di atas panggung besar hasil keringat perjuanganmu sendiri, Dek :') Padahal, Ibu dan Bapakku cukup berharap aku bisa pulang minggu ini...

Apa Kabar, CinTA?

Assalamu'alaikum, readers :) Maaf ya, aku jarang banget post di sini. Gomenasai ... Oke, sekarang aku udah jadi mahasiswi tingkat 4. Kalau istilah bahasa Inggrisnya mah, senior. Bahasa sininya? Swasta :D Lalu? Adakah yang berubah? Ya!   Aku mengamini perkataan kakak-kakak tingkatku bahwa tingkat 4 ini cukup berat untuk dilalui. Dimulai dari pemilihan mata kuliah yang membuatku galau (baik karena nggak tahu harus ambil apa maupun karena jadwal matkul yang bertabrakan), sampai masalah TA. Apa itu TA? Tidak lain dan tidak bukan adalah.... *soundeffect* JENGJENGJEEEENG~ Tugas Akhir! Ya, aku mengambil mata kuliah Tugas Akhir 1 dan Seminar 1 semester ini. Padahal, aku belum punya dosen pembimbing, lho. Apa? Hari gini belum punya dosen pembimbing? Iya. Sebenarnya mungkin ini kesalahan aku juga, yang tidak sesegera mungkin ke Bandung untuk mengerjakan tes pendaftaran bimbingan (keren banget, ya? Mau bimbingan aja ada tesnya. Tulis dan wawancara, pula. Nggak kalah keren, deh, sama nge...

'Rusuh' Detected!

Rasanya minggu-minggu ini aku lemah banget. Aku nggak bisa ngendaliin emosiku. Aku gampang banget merasa sedih, ngambek, stres, galau, dst. Parahnya, terkadang itu terjadi tanpa aku sendiri tahu kenapa alasannya. Dan gara-gara itu, aku sampai membuat konflik dengan temen2 dekatku. Ah, aku bodoh sekali rasanya. Ari tidak berkomentar apapun. Fadhli sampai rusuh banget kayanya ngeliat perubahan sikap aku yang nggak biasa ini. Anto malah sampai ngomong serius sama aku, nanyain apa aku punya masalah. Entahlah, memang ada masalah, tapi aku sendiri nggak tahu harus cerita mulai dari mana. Salah aku juga sih, yang suka memendam masalah, bukannya menyelesaikannya. Jadi, akan ada suatu masa di mana aku 'meledak'; aku udah nggak sanggup lagi menahan semuanya. Aku kacau banget, ya? Kalau aku bisa ngomong langsung sama mereka, aku pengen bilang: Dear you guys, aku bukan jenis orang yang bisa mengungkapkan apa yang aku rasa. Maaf jika aku nggak pernah bilang sama kalian kenapa ak...