Langsung ke konten utama

Postingan

Best Friend?

Dear readers.. *emang ada yang baca blog ini, ya? Haha. Sekarang aku jadi susah tidur. Mungkin kebawa pola tidur kemarin yang sadis gara-gara kerjaan #eh Banyak banget hal yang terjadi belakangan ini. Tapi nggak semuanya akan di-share, tentu. Yang aku ceritakan mungkin hanya apa yang kurasakan saja saat ini. Rasanya kesepian itu menyedihkan, ya. Saat kamu kepingin jalan-jalan tapi nggak tahu siapa yang mau diajak. Saat kamu punya masalah tapi nggak tahu siapa yang bisa diceritain. Saat kamu nggak tahu siapa yang bisa diandalkan di kota yang katanya kejam ini #halah I think I'm losing my best friend. Again. Well, it's not my fault, anyway. Tapi, meskipun kami sudah berbaikan, hubungan kami belum bisa kembali seperti dulu lagi. Padahal aku temenan deket sama dia nggak cuma setahun - dua tahun, lho. Tapi, yah, inilah kenyataan yang harus aku hadapi. Dan aku merasa kehilangan. Sempat ada teman dekat lain yang menemani akhir-akhir ini. Tapi karena jadwal kesibukan yang ...

Health Status Nowadays

Assalamu'alaikum, readers. Sudah beberapa hari aku tak enak badan. Awalnya karena kecapekan pasca trip ke luar kota, lalu tertular flu dari rekan kerja saat lembur. Ditambah malam itu aku kehujanan. Walhasil besoknya langsung flu dan sedikit radang. Buatku, ini kaya early warning system. Aku harus menjaga agar asmaku tidak kambuh. FYI, kalau aku sudah flu+batuk+radang, kemungkinan besar asmaku akan kambuh selama kurang lebih seminggu setelahnya. Karenanya, minggu ini aku menjauhi apa-apa yang memicu kambuhnya asma. Untuk makanan, contohnya segala makanan bermicin (ini agak susah; makanan apa sih yang nggak bermicin?), cokelat (which is my favorite food), dan kerupuk(:(). Juga nggak boleh kecapekan, kedinginan, stres (susah sih kalau kita bekerja di bawah tekanan #eh), merasakan emosi berlebih (ini serius, bahkan tertawa berlebih bisa memicu asma haha), atau menghirup asap dan debu. Banyak, yah? Nggak juga sih, udah biasa haha, meskipun emang nggak enak. Tapi, yah, pada ...

Ratusan Purnama : Kontemplasi

Ratusan purnama berlalu Tapi cinta tak pernah berlalu Hampir 1 tahun lamanya aku meninggalkan blog ini yah *kebas-kebas sarang laba-laba* Sudah banyak perubahan yang terjadi di hidup aku 1 tahun belakangan ini, sampai-sampai aku nggak tahu harus mulai cerita dari mana :D Semalam, di salah satu mall di ibukota, aku terdiam memandangi kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langit tanda kemegahan Jakarta. Masih ada pertanyaan yang terus berkecamuk di kepalaku. "Setelah impian akan ITB terbayar lunas Oktober lalu, apa lagi yang akan kukejar dan kutuju dalam hidup ini?" Well, itu pertanyaan berat. Dan mengundang banyak sekali pertanyaan di baliknya. Mau apa aku setelah lulus dari ITB? Pekerjaan macam apa yang aku sukai? Jurusan apa yang akan aku ambil saat S2 nanti? Di mana? Kerja atau kuliah? Atau malah nikah? #eh Apa itu passion ? Dan apa passion -ku? Apa tujuan hidupku? Apa yang sebenarnya aku cari dalam hidup ini? Dsb. Dsb. Dsb. ...

New Look!

source Assalamu'alaikum, Readers. How's life? Saya tahu, sudah lamaaaaaa sekali saya tidak post sesuatu ke dalam blog  ini. Maafkan~ Maka, untuk menyenangkan hati pembaca, saya mengubah tampilan blog ini, yeaaay! #naon Sebenarnya, sih, biar ada suasana baru saja, biar tidak bosan. Biasanya kan tampilan blog ini dibalut dalam warna-warna gelap (maklum, penulisnya suka warna gelap), ya sudah diganti jadi warna yang unyu banget (baca: pink ). Tak apa-apa, ya? Tapi tetap, ada nuansa gelap di tampilan barunya, meski hanya di footer . Well, it represents me a lot, actually . :) What am I doing nowadays? Ngerjain TA. Beberes rumah. Main LINE I Love Coffee (iya, saya tahu, saya sudah tingkat akhir, tapi tetap saja suka main game semacam ini, huhu). Sama latihan jadi pegawai salon. Haha. Sebenarnya saya lagi suka melakukan perawatan wajah dan tubuh (baca: hand and foot massage, facial, daily face care ) ke orang rumah. Lumayan lah ya, siapa tahu bisa bikin salon muslimah...

Wanita itu

Wanita itu Cantik sekali di matamu Bersanding dengannya terasa anugerah untukmu Wanita itu Begitu berharga bagimu Kau rela mati demi menjaganya tetap hidup Wanita itu Berdiri di sampingmu Menyertaimu tanpa lelah sepanjang waktu Wanita itu Beruntung mendapatkan cintamu Dan dicintainya kau merasa beruntung Wanita itu Teman hidupmu Yang kau ikrarkan janji setia di hadapan Tuhanmu Wanita itu Bukan aku Sosok dari masa lalumu