Langsung ke konten utama

MudaH berKerinGaDh (insYa aLLah) jauh daRi asMa...


Kemampuan tubuh untuk mengeluarkan keringat ternyata bisa lebih dari sekedar menjaga suhu tubuh tetap dingin .Penelitian mengindikasikan,krluarnya keringat dari tubuh seseorang juga bisa berarti minimnya risiko mengalami exercise-induced asthma (EIA) atau asma yang dipicu oleh aktivitas fisik.
Ilmuwan dari University of Michigan dalam risetnya mengindikasikan ,orang yang jarang berkeringat ,mengeluarkan air mata atau meludah ketika beraktivitas fisik seperti olah raga cenderung lebih rentan mengalami gangguan pernafasan .Para ahli memperkirakan hal ini terjadi akibat terlalu minimnya jumlah cairan dalam jalan nafas atau saluran tempat udara masuk atau keluar dari tubuh.
Meskipun gejala-gejala Asma EIA sama dengan asma kronis ,mereka yang mengidap EIA hanya mengalami serangan setelah beberapa menit melakukan gerakan atau latihan dengan intensitas tinggi.EIA sendiri adalah sesuatu yang biasa pada penderita asma dengan prevalensi sekitar 90 persen .EIA juga banyak di temukan dikalangan para atlet,tetapi penyebabnya masih belum dapat dipastikan secara pasti.
Dalam riset yang dimuat dalam jurnal kesehatan Chest ,para peneliti memantau 56 sukarelawan dari anggota marinir AS yang mengidap kondisi EIA .Partisipan dipantau fungsi paru-parunya dan diukur seberapa tinggi responnya terhadap sejenis obat disebut pilocarpine,yang dapat memicu keluarnya keringat dan air liur ,serta obat methacholine yang dapat merangsang penyempitan jalan nafas pada penderita EIA .Hasil penelitian menunjukan , mereka yang memberikan respon tertinggi terhadap obat yang mempersempit jalan nafas cenderung mencatat respon paling rendah terhadap obat yang memicu keringat ,dan begitu pula sebaliknya. Meskipun tanpa bantuan obat-obatan ,peneliti juga menemukan sebuah hubungan antara jumlah partisipan berkeringat jumlah sekresi saliva dan air mata .
Meskipun ini tidak membuktikan bahwa mekanisme dibelakang minimnya pengeluaran keringat merupakan penyebabnya , pemimpin riset Dr.Warren Lockette ,berspekulasi bahwa jarang berkeringat juga dapat berarti minimnya cairan pada jalan nafas .” Tampaknya bahwa seberapa banyak sekresi cairan pada jalan nafas menjadai kunci penting yang menentukan perlindungan anda dari EIA.Oleh sebab itu , jika para atlet berkeringat meneteskan air liur atau air mata ,setidaknya mereka tidak akan terengah-engah,”ungkap lockette.

Komentar