Langsung ke konten utama

Penjurusan ITB 2011



Alhamdulillah, meskipun IP nggak sebagus temen2 lain, gue berhasil masuk jurusan Matematika :')


Tapi, kesenangan itu lenyap saat gue mendengar teman2 dekat gue yang, hmm, istilahnya "terlempar" dari Matematika. Ada yang di Kimia, Fisika, ataupun Astronomi.





Bukan, bukan berarti gue bilang ketiga jurusan di atas jelek atau apalah, tapi masalahnya di sini adalah bagaimana saat lo menghadapi kenyataan bahwa nggak semua yang lo inginkan itu bisa lo dapatkan di dunia ini.





Gue juga pernah menghadapi hal-hal seperti ini, dan yah, memang rasanya sakit banget. Rasanya ada suatu hal yang hilang dari perasaan lo. Mimpi lo. Harapan lo. Hancur begitu saja.


Sedih? Wajar. Tapi jangan terlalu lama. Karena bagaimanapun juga, the life must go on. Hidup lo akan terus berjalan, nggak peduli bagaimanapun keadaan lo. Yaah, beginilah hidup. Tapi lo harus belajar untuk menerima kenyataan dan merelakan impian lo itu. Nggak, gue nggak nyuruh lo nyerah. Inget, menerima kenyataan dengan menyerah itu beda. Dengan menerima kenyataan, lo nggak bakal menyalahkan diri sendiri, orang lain, maupun keadaan. Gue nggak bilang menerima kenyataan itu mudah. Sulit! Apalagi kalau lo terus lari dari kenyataan. Tapi, hati lo nggak akan tenang sebelum lo bisa menerima kenyataan. Belajarlah.


Masalah merelakan impian, ini tergantung situasi dan kondisi juga sih. Tergantung orangnya juga. Gue lebih memilih untuk tidak membahas bagian ini. Yang jelas, meskipun lo berhak menentukan jalan hidup lo sendiri, tapi ada Tuhan yang bisa membimbing dan memberikan lo petunjuk.





Oh iya, tentang teman2 dekat gue tersebut di atas, sekarang sih gue masih membiarkan mereka larut dalam kesedihan. Karena buat gue, sedih itu wajar. Tapi insya Allah nanti, gue ingin membantu mereka bangkit dari kesedihan dan menjalani hidup dengan senyuman :')


Semoga. Ya kan, Ari, Dieni, dan Yani? SEMANGAAAT! Perjalanan kita masih terlalu panjaaang untuk hanya diisi sama kesedihan :)

Komentar